Suhu di Saudi Mencapai Minus 4 Derajat? Fenomena Turunnya Salju di Tanah Suci

Kategori : ARTIKEL, Ditulis pada : 24 Desember 2025, 17:01:28

Suhu di Saudi Mencapai Minus 4 Derajat? Fenomena Turunnya Salju di Tanah Suci

 

Saat ini Tanah Suci sedang dihebohkan dengan fenomena cuaca dingin yang tembus dibawah 0 derajat, hal ini membuat turunnya salju disekitar gunung Al-Lawz, Tabuk. Dan dalam waktu yang sama, suhu dingin datang bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur beberapa kota dan kawasan lain. Pemicu utama kondisi ini berasal dari sistem tekanan rendah yang melanda kawasan Timur Tengah selama sepekan terakhir. Dampaknya, cuaca ekstrem diproyeksikan meningkat dengan potensi kilatan petir di berbagai area.

 

snow-in-saudi-arabia-5.jpg

Sebelum itu, MINAZ akan kupas sisi sejarah dari kota tabuk lalu apa si yang terjadi di kota tersebut dan apa hikmah yang bisa diambil?  

Tabuk sendiri dikenal karena menjadi Lokasi perang terakhir antara umat muslim yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW dengan pasukan Romawi. Perang ini terjadi pada bulan Rajab, tahun ke-9 hijriah atau bulan Oktober, 630 masehi.   

  • Sejarah Perang Tabuk

Asal mula terjadinya karena Nabi mendengar kabar bahwa ada pasukan Romawi yang ingin menyerang  wilayah perbatasan Arab Utara. Romawi pada saat itu mempunyai kekuatan yang besar dengan reputasi militer yang disegani di dunia. Tentu saja keadaan ini menjadi ancaman besar untuk umat islam, tapi ditengah ketakutan itu, nabi dengan kebijaksanaannya memutuskan untuk melawan pasukan Romawi dengan melakukan ekspedisi militer ke Tabuk sebelum mereka tiba lebih dulu.

Rasulullah memimpin pasukan besar yang terdiri atas 30.000 prajurit yang menjadi salah satu ekspedisi terbesar selama masa kenabian. Dalam perjalanannya ke Tabuk, umat muslim mengalami kelangkaan air dan panas yang begitu Terik, tapi itu tidak mengalahkan tekad umat muslim yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah.

Momentum perang Tabuk juga menjadi ajang solidaritas dan pengorbanan di antara kaum Muslimin. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, para sahabat rela menyumbangkan harta mereka demi kepentingan jihad. sikap tersebut memperlihatkan komitmen kuat terhadap perjuangan agama, sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan. Keberhasilan perang Tabuk tanpa pertempuran langsung menunjukkan pentingnya strategi. Ekspedisi ini tidak hanya menghindari pertumpahan darah, tetapi juga berhasil menanamkan rasa takut di hati musuh dan memperkokoh posisi kaum Muslimin. Strategi ini membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh konfrontasi fisik, melainkan juga oleh kecerdasan dalam merencanakan langkah.

  • fenomena salju di Tabuk

Tabuk tidak hanya meninggalkan jejak sejarah dalam bentuk strategi dan semangat pengorbanan kaum Muslimin, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi wilayahnya sendiri. Daerah ini dikenal memiliki medan yang berat dan iklim yang cukup ekstrem, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pasukan yang melaluinya. Faktor geografis inilah yang turut memengaruhi perjalanan ekspedisi Perang Tabuk dan memperlihatkan ketangguhan kaum Muslimin dalam menghadapi ujian alam maupun tekanan musuh.

Wilayah Tabuk hingga kini masih menyimpan keunikan alam yang mencerminkan kondisi tersebut. Salah satu contohnya adalah  Gunung Al-Lawz, adalah gunung yang terletak di provinsi Tabuk,  Arab Saudi. Gunung ini dikenal dengan nama “Gunung Almond”  yang memiliki ketinggian sekitar 2549 hingga 2580 meter diatas permukaan laut. Diatasnya terdapat reruntuhan berbagai budaya sejarah termasuk cat ratus dan insi yang berasal dari abad ke-10.

Ini bukan pertama kalinya gunung tersebut diselimuti salju, diketahui bahwa hal ini terjadi setiap tahun. Apa penyebabnya?

Berdasarkan data riset dari World Meteorological Organization (WMO) dan Saudi National Center for Meteorology (NCM), wilayah Jabal Al Lawz memiliki karakteristik geografis yang memungkinkannya mencapai titik beku secara rutin setiap musim dingin. Menurunnya suhu hingga di bawah nol derajat celcius di wilayah ini bukanlah anomali yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara massa udara dingin dari Eropa dan topografi pegunungan tinggi. Edukasi mengenai sirkulasi atmosfer global sangat penting agar masyarakat Indonesia memahami bahwa bumi memiliki mekanisme iklim yang dinamis.

 

 

 

 

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id