Dari Ihram sampai Tahallul: Panduan Praktis Umrah dan Tips agar Ibadahmu Lebih Khusyuk

Kategori : INFO UMROH, ARTIKEL, TIPS MINAZ, Ditulis pada : 10 November 2025, 10:26:44

Dari Ihram sampai Tahallul: Panduan Praktis Umrah dan Tips agar Ibadahmu Lebih Khusyuk

 

Menunaikan umrah adalah impian banyak umat Muslim di seluruh dunia. Meski disebut sebagai “haji kecil”, ibadah ini memiliki makna spiritual yang begitu dalam. Setiap langkahnya dari mengenakan ihram hingga tahallul yang membawa pesan ketundukan, kesederhanaan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah. Namun, bagi banyak jamaah, terutama yang baru pertama kali berangkat, sering muncul pertanyaan sederhana: “Sebenarnya urutan ibadah umrah itu gimana, sih?”

 

  1. Niat dan Ihram

Ibadah umrah dimulai dari niat. Jamaah mengenakan pakaian ihram, yaitu dua helai kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki, dan pakaian sopan tertutup bagi perempuan. di tempat yang disebut miqat, dari sinilah seseorang resmi memasuki keadaan suci.

Minaz saranin sebelum mengenakan ihram, pastikan sudah mandi, memotong kuku, dan memakai wangi-wangian (bagi laki-laki) karena setelah niat ihram, parfum tidak boleh digunakan lagi. Dan jangan lupa, niatkan dengan hati yang tenang, bukan sekadar hafalan di lisan.

 

  1. Menuju Masjidil Haram dan Tawaf

Setibanya di Mekkah, jamaah akan menuju Masjidil Haram untuk melakukan tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Arah putarannya berlawanan jarum jam, dimulai dari sudut Hajar Aswad.

Namun agar lebih fokus, sobat Aaka jangan terlalu sibuk merekam atau memotret saat tawaf. Nikmati momen itu sepenuhnya, hirup udara harumnya, dengarkan lantunan doa di sekelilingmu, dan rasakan getaran hati saat memandang Ka’bah untuk pertama kali. Kalau kamu mudah pusing di keramaian, ambil posisi agak luar, bukan di dekat dinding Ka’bah.

 

  1. Salat Dua Rakaat dan Minum Air Zamzam

Setelah selesai tawaf, jamaah disunahkan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu meminum air zamzam. Jangan lupa bawa botol kecil kosong yaa, disana Kamu bisa isi dengan air zamzam setelah tawaf untuk dibawa minum perlahan di sepanjang ibadah, air ini memberi ketenangan luar biasa di tengah panasnya kota Mekkah.

 

  1. Sai antara Shafa dan Marwa

Selanjutnya adalah sai, yaitu berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Inilah simbol perjuangan Hajar yang mencari air untuk Ismail.

Ketika sai, pilihlah sandal yang nyaman dan ringan untuk dipakai, karena jaraknya yang lumayan jauh (sekitar 3,5 kilometer) itu akan mempermudah sobat azka dalam menjalaninya, dan jangan juga terlalu terburu-buru krn boleh berhenti sejenak di area istirahat. Gunakan waktu ini untuk berdoa pribadi, banyak jamaah yang justru merasa sangat dekat dengan Allah di sepanjang perjalanan sai.

 

  1. Tahallul

Tahap terakhir adalah tahallul, yaitu memotong sebagian rambut bagi perempuan atau mencukur habis bagi laki-laki. Dengan ini, semua larangan ihram menjadi halal kembali.

Ingat, jangan langsung keluar area sebelum memastikan tahallul sudah dilakukan. Banyak jamaah lupa karena kelelahan. Potong sedikit saja sudah cukup, asalkan niatnya dilakukan dengan benar.

 

  1. Menjaga Adab dan Kekhusyukan

Selain tata urutan, hal yang paling penting dalam umrah adalah menjaga adab sebagai tamu Allah. Hindari bicara keras, dorong-dorongan, atau sibuk dengan ponsel di area suci. Jangan sungkan membantu jamaah lain sekecil apa pun bantuanmu, karena itu bisa menjadi momen dimana ibadah kita benar-benar ibadah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain, Allah mencatat pahala kebaikan yang berlipat di Tanah Suci. Satu lagi, jangan angan lupa selalu jaga hati tetap lembut, kadang Allah ingin kita belajar sabar melalui antrean panjang atau langkah kaki yang lelah.

 

  1. Penutup: Kembali dengan Jiwa Baru

Umrah bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin. Di antara langkah tawaf dan tetes air zamzam, seseorang seakan dilahirkan Kembali.. lebih ringan, lebih bersih, dan lebih sadar akan arti pengabdian sejati. Ketika semua ritual selesai, ada rasa haru yang sulit dijelaskan: campuran syukur, lega, dan rindu yang anehnya justru makin kuat.

Maka persiapkan diri bukan hanya dengan bekal fisik, tapi juga hati yang lapang. Karena pada akhirnya, umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tapi perjalanan pulang menuju diri yang lebih dekat dengan Allah.

Percayakan perjalanan ibadahmu kepada Azka Mandiri Internasional -sahabat perjalanan ibadahmu

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id