Biaya Haji Turun, Harapan Ke Baitullah Semakin Nyata
Biaya Haji Turun, Harapan Ke Baitullah Semakin Nyata
Haji merupakan ibadah yang semua orang nantikan undangannya. Ibadah yang hanya dilaksanakan oleh orang-orang terpilih-yang Allah SWT kehendaki merupakan ibadah yang menjadi penyempurna rukun islam. Keberkahannya, pun juga pahala yang berlipat-lipat. Namun, kendala selain antrian haji yang puluhan tahun lamanya, biaya haji juga jadi kendala utama bagi kebanyakan umat islam diseluruh dunia.
Biaya haji Indonesia tahun 2025 diketahui menyentuh 55,43 juta per Jemaah (Bipih), pemerintah tentu ingin berusaha lebih baik dan menjaga kualitas layanan haji dengan biaya yang lebih wajar. Dan dalam upayanya tersebut, mereka mengusulkan pemotongan biaya haji tahun 2026, usulan ini telah resmi ditetapkan pada sidang tanggal 28 Oktober 2025 yang dihadiri oleh komisi VIII DPR dan Kementerian Haji.
Hasil sidang menyatakan bahwa Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) ditetapkan sebesar 87,4 juta per Jemaah, sementara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) -yang ditanggung oleh jamaah- sebesar 54,2 juta yang diketahui biaya tahun sebelumnya adalah 55,43 juta. Angka ini menunjukan adanya penurunan harga sekitar 1 juta rupiah.
Biaya tersebut meliputi biaya penerbangan (yang menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran biaya haji), biaya akomodasi (seperti kamar, fasilitas sanitasi, layanan hotel, dll), biaya konsumsi, tranportasi local dan logistik selama haji, biaya penyelenggara dari negara asal (Indonesia), serta subsidi atau kontribusi dari dana pengelola haji (nilai manfaat).
Apa yang membuat biaya haji sangat tinggi?
Nilai tukar yang tidak stabil menjadi pengaruh yang besar untuk biaya perjalanan dan biaya lainnya. Ketika nilai tukar dolar AS meningkat, biaya haji juga cenderung mengalami kenaikan, ini yang dinamakan hubungan langsung (positif) dalam istilah ekonomi.
Selain dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang, tingginya biaya haji juga disebabkan oleh beberapa faktor lain yang saling berkaitan. Salah satunya adalah jumlah jemaah haji yang terus bertambah setiap tahunnya. Antusiasme umat Islam di seluruh dunia untuk menunaikan ibadah haji membuat permintaan terhadap berbagai layanan—mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi—meningkat tajam. Ketika jumlah calon jemaah yang ingin berangkat melebihi kapasitas fasilitas yang tersedia, maka harga berbagai kebutuhan penunjang pun ikut naik. Persaingan dalam mendapatkan tempat tinggal di sekitar Tanah Suci dan tiket penerbangan menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya biaya perjalanan haji.
Selain itu, kenaikan berbagai komponen biaya juga berperan besar. Biaya untuk transportasi udara, pemondokan, dan konsumsi jamaah terus menyesuaikan dengan kondisi pasar dan standar layanan yang ditetapkan. Belum lagi biaya pengadaan logistik seperti makanan, air minum, obat-obatan, serta alat kesehatan bagi jutaan jamaah yang berkumpul dalam waktu bersamaan. Semua itu membutuhkan manajemen yang kompleks dan anggaran besar agar pelaksanaan haji tetap aman, nyaman, dan lancar. Di sisi lain, adanya peningkatan kualitas layanan seperti penyediaan tenda ber-AC di Arafah atau peningkatan fasilitas di Mina juga berkontribusi terhadap kenaikan total biaya penyelenggaraan.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah masa tunggu haji reguler yang panjang. Banyak calon jamaah harus menanti puluhan tahun untuk mendapat giliran berangkat, dan selama waktu itu, perubahan harga serta inflasi tentu tidak bisa dihindari. Biaya yang awalnya tampak cukup pada saat pendaftaran bisa jadi jauh lebih tinggi ketika waktu keberangkatan tiba. Selain itu, penyesuaian terhadap kebijakan dan standar pelayanan internasional juga membuat biaya haji terus berubah mengikuti situasi global.
Keseluruhan faktor tersebut menunjukkan bahwa tingginya biaya haji tidak hanya bergantung pada satu aspek semata, melainkan merupakan hasil dari rangkaian kondisi ekonomi, kebijakan, dan dinamika global yang saling memengaruhi. Meskipun begitu, di balik besarnya pengeluaran itu, tersimpan upaya besar agar seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan sebaik-baiknya dan pulang membawa predikat haji yang mabrur.
sobat azka lagi cari paket haji anti ribet dan tanpa antri? kunjungi webiste Azka Mandiri Internasional
sahabat perjalanan ibadahmu
